Memilih Proses Persalinan yang Tepat

Setiap calon ibu dihadapkan pada dua pilihan untuk proses melahirkan, yaitu dengan normal atau dengan prosedur operasi atau sesar. Kedua cara ini merupakan prosedur yang aman bagi ibu hamil untuk melahirkan bayinya ke dunia. Namun tidak jarang pula yang bingung memilih melahirkan secara sesar atau normal.

Kedua cara melahirkan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kali ini kita akan membahas mengenai metode melahirkan secara sesar. Apa saja kelebihan dan kekurangan prosesi melahirkan dengan cara sesar? Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi Anda dan pasangan untuk memilih metode melahirkan yang tepat. 

Kunggulan Dalam Operasi Sesar

Lebih Nyaman

Jika seorang perempuan yang mengandung memutuskan untuk melahirkan secara sesar, kelahiran dapat dijadwalkan di awal. Sehingga dapat membuat kelahiran lebih mudah diperkirakan serta efisien daripada kelahiran norman yang persalinannya cenderung dadakan atau tiba-tiba. Dengan demikian, calon ibu mungkin untuk memiliki perencanaan yang lebih banyak serta nyaman.

Melahirkan dengan cara operasi juga mengurangi  lamanya durasi proses melahirkan. Jika biasanya calon ibu yang melahirkan dengan cara normal menjalani prosesi melahirkan berjam-jam lain halnya dengan calon ibu yang melahirkan secara sesar. Hal ini dikarenakan melahirkan secara sesar tidak ada proses mengejan, risiko meregangnya otot-otot dasar di panggul dan vagina jadi berkurang. Prosedur pada proses persalinan sesar biasanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

Alternatif yang Dibutuhkan

Untuk bayi yang berukuran besar, atau misalnya kasus bayi kembar, proses sesar bisa menjadi alternatif yang lebih baik dan aman untuk melahirkan supaya terhindar dari risiko komplikasi selama persalinan normal.

Selain itu, sesar bisa mengurangi risiko penularan infeksi pada bayi. Jadi ibu yang mengidap suatu penyakit, misalnya AIDS atau infeksi saluran reproduksi, disarankan melahirkan melalui operasi sesar.

Mengurangi Risiko yang Berkaitan Dengan Persalinan Normal

Persalinan dengan cara sesar dapat menurunkan sejumlah risiko bagi bayi Anda. Seperti misalnya kekurangan oksigen saat melahirkan dan mengurangi risiko trauma yang terjadi saat bayi melewati jalan lahir. Selain itu, sesar mengurangi kemungkinan tidak bisa menahan buang air kecil bagi ibu.

Kelemahan atau Risiko Operasi  Sesar

Pemulihan Lebih Lama

Bagi ibu yang melahirkan melalui operasi sesar memiliki waktu pemulihan yang relatif lebih lama dan harus menetap di rumah sakit lebih lama juga. Umumnya sekitar dua sampai empat hari, sementara ibu yang melahirkan secara normal memiliki tingkat pemulihan yang lebih cepat.

Pada operasi sesar juga ada peningkatan risiko rasa sakit secara fisik yang lebih lama setelah masa persalinan. Rasa sakit yang dirasakan misalnya saat disayat dan rasa sakit yang berlangsung lama akibat adanya bekas luka sayatan sehabis operasi. Karena meningkatnya rasa sakit lebih banyak waktu yang diperlukan untuk sembuh.

Risiko Komplikasi Bedah Lebih Tinggi

Karena operasi sesar merupakan prosedur bedah, ada juga risiko yang harus dirasakan bersamaan selama menjalani prosedur tersebut. Termasuk risiko kehilangan darah dan infeksi, serta luka di usus maupun kandung kemih atau pembentukan gumpalan  darah yang bisa saja terjadi. Ibu dan bayi juga memiliki kesempatan untuk meninggal dalam proses persalinan karena adanya komplikasi. Pada umumnya ada risiko kerusakan pada ibu dan bayi yang lebih tinggi.

Kemungkinan Kembali Melakukan Operasi Sesar

Perempuan yang pernah melahirkan secara sesar, memiliki kemungkinan membutuhkan persalinan sesar lagi di persalinan selanjutnya. Hal ini juga menempatkan ibu pada risiko yang lebih besar terhadap komplikasi di kehamilan setelahnya.

Parahnya, jaringan parut internal sehabis sesar juga bisa berpotensi menyebabkan masalah pada saat operasi sesar berikutnya.

Itulah penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dalam melakukan persalinan secara sesar. Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan pembaca khususnya bagi ibu hamil yang tinggal menghitung waktu untuk menjalankan proses persalinan. Keputusan proses melahirkan ada di tangan Anda dan pasangan, ambilah keputusan terbaik dengan selalu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan Anda.